ANUGERAH, begitu kudengar kau datang..
TUHAN ITU ITU BAIK, begitu ku tahu kau sehat..
BERKAT SELALU ADA, begitu ku sadar akan dirimu..
air mataku tak mampu menahan diri untuk tidak keluar dari pembaringannya..
diawali dengan sebutir, diikuti dengan aliran, dia melenggang dengan ringannya..
pedihku tak terasa lagi, Tuhanku datang lagi..
hatiku sembuh lagi, jiwaku hidup kembali..
begitu baiknya Engkau Tuhan,
ditengah keretakan jiwa, Engkau baluri aku dengan minyak sukacita..
bapak, apakah kau tahu disana
ada pendatang baru nan cantik dibahtera mu..
bisakah kau berbisik, bahwa kau sangat bahagia
seperti aku berbahagia disini..
perih menyadari, tak ada pelukan darimu..
tak ada kecupan hangat darimu..
walau diri telah terbiasa dengan ketiadaanmu,
namun sekarang benar terasa, aku rindu padamu..
mamak, pernahkah terbersit olehmu,
rasa rindu pada kami..
karena aku langsung merindukannya sesaat setelah menyadari kehadirannya kedunia ini
dan aku juga rindu padamu..
ompung, apakah Tuhan menyampaikan padamu
aku benar-benar rindu padamu..
akankah pelukanku sehangat pelukanmu..
belaianku selembut belaianmu..
sentuhanku sebaik sentuhanmu..
aku benar-benar rindu padamu..
bolehkah kucuri sedikit ketegaranmu..
kuambil sedikit keberanianmu..
dan sedikit saja kekuatanmu..
agar aku mampu belajar menjadi teladan yang mendekati sempurna bagi malaikat kecil itu
mengingat dirinya, aku berdoa,
jangan biarkan aku Tuhan, menyia-nyiakan anugerah indah-Mu ini
selamat datang boru/beruku..
boru sayang inangku..
ajari aku bagaimana cara menjadi yang paling terkasih dalam hidupmu..
to become a better person it's a longlife education...